Jalur Pendakian Gunung Guntur
Gunung guntur memiliki
ketinggian 2.249 Mdpl. Merupakan salah satu gunung api aktif yang berada
di kabupaten Garut. Gunung ini pertama didaki oleh pendaki
berkebangsaan prusia – Jerman, Frans Junghun pada tahun 1837. Pada saat
itu Junghun memasukkan gunung ini pada golongan gunung – gunung api
paling aktif di Jawa. Gunung ini memiliki dua sumber mata air, yaitu
sumber air panas yang mengalir ke Cipanas yang kemudian dimanfaatkan
sebagai wisata pemandian Cipanas, dan yang satu lagi sumber air dingin
yang mengalir ke aliran curug citiis.
Gunung guntur tidak seperti
gunung –gunung di daerah tropis lainnya. Gunung ini justru terlihat
tandus dan gersang. Jalurnya pun di dominasi oleh savanna dan batuan
kerikil kecil sisa letusan.jarang kita menjumpai pohon besar sepanjang
lintasan pendakian yang bisa kita gunakan untuk berteduh. Terutama pada
lintasan sesudah melewati curug citiis. Medan yang tandus dan gersang
membuat gunung guntur lebih dikenal karena cuacanya yang liar. Tekanan
angin dan suhu udara yang panas, bahkan bisa di bilang ganas. Saya
sendiri mendaki gunung ini pada bulan Juni 2008.
Untuk mendaki
gunung guntur, kita bisa melalui jalur curug citiis, yang berada di
kampung citiis, kecamatan Tarogong kaler, Kabupaten Garut. Jalur
pendakian ini merupakan jalur terpendek dan termudah yang ditemukan oleh
Frans Junghun. Jalur ini selain melewati air terjun atau curug citiis,
anda juga akan melalui lokasi penambangan pasir citiis yang beroperasi
sejak tahun 1960 an.
Untuk menuju kampung citiis, anda yang dari
Jakarta bisa menumpang bus jurusan garut. Ada dua alternatif disini,
anda bisa menumpang bus Jakarta – garut yang melewati tol cipularang,
turun di terminal garut, lalu naik angkot jurusan cipanas, turun di
gerbang kampung citiis, dengan waktu tempuh yang lebih singkat. Atau
bisa juga naik bus jurusan garut via puncak, dan langsung turun di
gerbang desa citiis. Tapi dengan waktu tempuh yang lumayan lebih
panjang. Saya sendiri dengan tidak sengaja menumpang bus yang melewati
daerah puncak, karena tadinya saya pikir bus itu akan melewati tol
cipularang. Tapi ada untungnya juga, karena saya tidak usah lagi oper
angkot, dan bisa langsung turun di citiis. Ongkosnya saat itu 35rb
rupiah. Tapi mungkin jika anda mendaki beramai-ramai, soal ongkos
mungkin masih bisa di negosiasi lagi dengan kenek bus. Saya sendiri
karena saat itu melakukan pendakian seorang diri, jadi gak ada pilihan
lain, selain menerima tarif yang di ajukan si kenek.
Dari gerbang
desa citiis, anda bisa melanjutkan perjalanan menuju kampung citiis
dengan menumpang ojek, atau bisa juga dengan berjalan kaki. Jaraknya
tidak terlalu jauh, hanya sekitar 15 menit dengan menggunakan ojek.
Tarifnya sekitar 10rb-an. Biasanya tukang ojek disana sudah biasa
mengantar pendaki yang ingin mendaki gunung guntur. Ia akan mengantarkan
kita ke rumah kepala desa terlebih dahulu untuk melakukan perizinan.
Pada saat saya melakukan pendakian kesana (2008), kepala desanya dijabat
oleh ibu Tati, sayang ketika saya kesana, ibu Tati sedak tidak berada
dirumah, sehingga proses perizinan diwakili oleh Ibunda bu Tati, saya
cukup menyerahkan fotokopi KTP dan uang retribusi pendakian seikhlasnya,
biasanya berkisar antara 3rb hingga 5rb rupiah. Untuk menambah
perbekalan pendakian, anda bisa sekalian membelinya disini, karena
dirumah bu Tati juga terdapat warung kecil.
Setelah selesai
mengurus perizinan, tukang ojek akan membawa kita melanjutkan perjalanan
menuju lokasi penggalian pasir. Tapi sayang, pada saat saya melakukan
pendakian, kondisi jalan sedang rusak parah. Sehingga terpaksa saya
mengikhlaskan tukang ojek untuk menurunkan saya sebelum sampai ke lokasi
yang sudah disepakati. Karena kasihan juga kalau motornya harus
dipaksakan melewati jalan yang rusak. Bisa- bisa itu jadi hari terakhir
dia ngojek karena motornya harus turun mesin dan patah rangka. Hahaha……
lebay ah…
Di sekitar lokasi penggalian pasir ini, terdapat jalan
agak lebar yang biasa digunakan truk truk pasir untuk keluar masuk.
Sebagian bercabang, jadi sebaiknya anda banyak bertanya pada penambang –
penambang pasir arah yang menuju ke jalur pendakian. Sekitar 30 menit
dari kampung citiis, anda akan menemui pipa saluran air di aliran sungai
kecil disisi kanan anda. Pipa itu bisa anda jadikan patokan jalur
pendakian anda. Ikuti alur pipa tersebut, melewati hutan yang rindang
dan ladang – ladang penduduk sampai anda menjumpai curug citiis.
Curug Citiis
Suasana disekitar curug citiis begitu sejuk. Anda bisa mendirikan tenda
dikawasan tersebut. Tempat itu bisa menampung kurang lebih 2 -3 tenda.
Selain itu juga terdapat sebuah shelter kecil yang bisa anda gunakan
untuk beristirahat. Anda bisa menambah persediaan air ditempat ini,
karena setelah ini, anda akan kesulitan menemukan mata air di sepanjang
jalur pendakian.
Selepas curug citiis, anda harus naik kearah
padang savanna, bukan lagi jalur hutan seperti sebelumnya. Jadi aliran
sungai haruslah berada di sisi kanan jalur pendakian anda. Disinilah
tantangan dimulai, tanjakan terjal dan berbatu merupakan jalur yang akan
anda lewati selepas kawasan air terjun. Saya sarankan agar anda
menggunakan baju atau kaus berlengan panjang. Selain untuk melindungi
dari sengatan sinar matahari, juga untuk melindungi kulit dari sayatan
semak dan ilalang yang tumbuh disepanjang jalur pendakian. Kira – kira
satu jam selepas air terjun citiis, anda akan menjumpai sebuah area yang
cukup “teduh” dan dapat menampung sekitar 2 buah tenda. Anda bisa
beristirahat disini atau melanjutkan perjalanan.
Tidak jauh
berbeda dengan kondisi sebelumnya, medan yang akan anda lalui didominasi
tumbuhan jenis ilalang dan semak dan pepohonan yang kering merangas
tanpa daun. Tampak pula pepohonan yang batangnya hitam seperti habis
terbakar. Dikanan kiri jalur anda akan melihat bekas aliran lava yang
telah membeku. Medan pendakian semakin lama semakin menanjak dengan
kemiringan berkisar antara 45 – 75 derajat. Jika anda mendaki di siang
hari dengan teriknya sinar matahari, anda akan merasakan betapa panasnya
berjalan di punggungan gunung Guntur ini.
Semakin mendekati
puncak pertama, jalur yang akan anda lalui semakin terjal dan gersang.
Medan yang kita lalui pun didominasi campuran antara tanah, pasir dan
kerikil, sehingga jika kita tidak pintar – pintar memilih jalan anda
akan mudah terperosok ke bawah karena jalur yang licin. Saya sendiri
saat melewati jalur ini, sempat teringat jalur plawangan yang menuju
puncak slamet, kondisi jalur yang licin dan curam, serta minim pegangan
untuk menahan tubuh agar tak terperosok kebawah.
Mendekati puncak
pertama, anda akan melalui sebuah pohon cemara yang cukup besar. Pohon
ini sebenarnya sudah terlihat dari bawah, karena tidak ada lagi sesuatu
yang menghalangi pandangan kita ke atas. Setelah melewati pohon ini,
kira –kira 15 menit kemudian, anda akan menemui sebuah batu besar. Lalu
15 menit dari batu besar tersebut, anda akan tiba di puncak pertama.
Total waktu untuk mencapai puncak pertama dari curug citiis adalah 2 –
2.5 jam. Tapi saya sendiri waktu itu membutuhkan waktu sampai 3,5 jam.
Kebetulan saat itu saya lupa membawa persediaan air yang banyak,
sehingga pergerakan saya jadi lebih lambat.
Puncak Pertama
Dipuncak pertama ini, ada lokasi yang terletak sebelum bibir kawah yang
bisa anda jadikan tempat untuk mendirikan tenda. Tapi pastikan pasak
tenda anda terpasang dengan kuat, karena dikhawatirkan ada angina yang
sewaktu – waktu bertiup kuat. Kawah gunung guntur berada di sebelah kiri
anda. Berhadapan dengan gunung cikuray yang terlihat menjulang tinggi.
Dari puncak pertama ini anda dapat melihat pemandangan kota garut, areal
pemukiman, persawahan, situ bagendit, komplek pemandian Cipanas dengan
jelas. Puncak kedua juga terlihat dengan jelas beserta jalurnya.
Menuju puncak kedua, anda akan melintasi lembah yang jalurnya cukup
landai, sebelum akhirnya menanjak kembali. Anda berjalan melipir
punggungan kawah, kemudian belok kanan menanjak daerah terjal, dengan
kemiringan sekitar 4 derajat. Punggungan yang anda lintasi berupa padang
savanna yang cukup luas dengan pemandangan yang cukup indah. Medan
terjal tersebut berupa tanahvulkanis yang hangat, gembur, licin, dan di
beberapa tempat tanahnya lembek bila diinjak. Perjalanan dari puncak
pertama menuju puncak kedua memerlukan waktu sekitar 30 menit.
Puncak Kedua
Seperti halnya puncak pertama, areal puncak kedua juga di dominasi
padang savanna. Berada di antara puncak pertama dan puncak tertinggi
gunung guntur. Padang savanna memisahkan kedua puncak tersebut dan
menampakkan pemandangan yang sangat menarik. Beberapa jenis tanaman
jenis cantigi yang tumbuh terbatas ikut menambah pesonanya. Gunung
–gunung berhutan rimbun disisi gunung guntur dan dibatasi lembah serta
jurang – jurang yang menganga dalam pun ikut menambah daya tarik
disekitarnya. Di puncak ini terdapat seperangkat peralatan dan pagar
kawat yang sudah rusak. Perlengkapan tersebut tampaknya bekas alat untuk
memantau keadaan gunung guntur. Dari sini, puncak tertinggi gunung
guntur terlihat dihadapan anda. Jalur menuju ke puncak tertinggi itupun
terlihat dengan jelas.
Nah, setelah puas menikmati pemandangan
dan melepas lelah di Puncak kedua, kawan2 bisa melanjutkan pendakian
menuju puncak tertinggi gunung guntur. Dari puncak kedua ini, jalur yang
akan anda lewati tidak jauh berbeda dengan jalur dari pucak pertama
menuju puncak kedua. Kanan kirinya merupakan padang savanna yang luas.
Beberapa tanaman termasuk jenis cantigi juga bisa anda temui disini.
Setelah sedikit menurun, jalur yang anda lalui akan menanjak terjal
dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Tidak sampai 40 menit dari puncak
pertama, anda akan sampai di puncak tertunggi gunung guntur (2.249 mdpl)
Puncak Tertinggi
Area puncak gunung guntur cukup datar dan memiliki luas kira – kira 2
kali lapangan Voli. Disini terdapat seperangkat peralatan yang berfungsi
untuk memantau aktivitas gunung api. Anda juga bisa melihat anggunnya
Gunung Cikurai dengan sangat Jelas. Pemandangan dari puncak gunung
guntur sangat menakjubkan, sehingga perjalanan berat melintasi medan
yang sulit dan melelahkan seakan terbayar dengan keindahan yang anda
saksikan. Bukannya mau lebay, ya emang susah di ungkapkan dengan kata2.
saya nggak akan medeskripsikan seperti apa keindahan panorama yang bisa
anda nikmati di puncak gunung guntur. Karena keindahan alam, memang
tidak akan cukup didefinisikan dengan kata2. Yupz, anda harus lihat
sendiri, nikmati, resapi, dan sadari, bahwa betapa kecilnya diri kita
bila dibandingkan dengan ciptaan tuhan yang maha kuasa.
Dan yang
terpenting, anda tidak akan tega menikmati alam ini untuk anda sendiri
bukan..? anda tentu ingin anak cucu anda pada generasi yang akan hanya
akan mendengar tentang indahnya bumi kita dari dongeng2 dan cerita2
usang pendahulunya. Karena itu, sebagai pendaki gunung, kita juga harus
berlaku sebagai pencinta alam. Karena anda sadari atau tidak, tanah
tempat kita berpijak, tanah Indonesia, dianugerahi kekayaan dan
keindahan alam yang tak ternilai harganya. Yang akan rusak jika tidak
kita jaga..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar